Hujan di bulan Desember

By | Desember 11, 2009

Sejenak Aku berpikir seperti kerbau dicocok hidungnya. Aku tak biasa menghadapi hal yang seperti ini. Juga tak pernah sudi menanggung resiko-resikonya. Namun, entah di nyana hal itu rupanya terjadi juga kepada Aku.

Aku hanyalah manusia biasa yang sama seperti lainnya. Bukan manusia super layaknya Superman, Spiderman, Batman dan semua manusia super yang lainnya dalam tokoh utama sekuel film-filmnya.

Mungkin semua orang sudah tahu siapa Aku sebenarnya. Dan tidak menutup kemungkinan ada juga yang tidak tahu tentang Aku. Ya, itu semua bagi mereka yang tertutup mata hatinya dari kenyataan yang ada. Andai mereka tahu siapa Aku yang sebenarnya, andai mereka mengerti dan memahami Aku yang sesungguhnya, pasti mereka  tidak bakalan menganggap Aku seperti ini. Hati Aku sakit merintih-rintih. Aku coba mencari obatnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Hingga seluruh dunia rela Aku jelajahi. Dari ujung utara sampai ujung selatan. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi itu semua nihil. Tak ada satu pun obat yang Aku temukan dan dapatkan. Akhirnya, Aku pun pasrah dan terima kenyataan yang ada. Ya, walaupun luka di hati Aku semakin menganga dan terus-menerus dikoyak-koyak oleh mereka. Aku hanyalah seorang manusia yang bodoh pikir Aku. Dan Aku pun terima dengan ikhlas.

Rayon Al-Inti’asy, 11 Desember 2009

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *