Dua Hari Ini…

By | Desember 20, 2013

Sakit itu sebenarnya sudah saya rasakan dari hari kemarin. Padahal suasananya waktu itu saya harus selalu prima dalam bertugas. Soalnya mulai dari jam 06.15 Wib hingga jam 12.00 Wib, saya harus mengawas ujian semester ganjil para santri di ruang kelas.

Sudah 2 minggu ini, saya menjalankan tugas sebagai penguji ujian lisan dan pengawas ruang ujian. Satu hari lagi (besok Rabu) adalah hari terakhir ujian tulis semester ganjil tersebut. Setelah selesai jam terakhir ujian kemarin, rasa sakit itu semakin kuat dirasakan. Namun, karena siang hari setelah bedug dhuhur saya tidur dengan lelapnya rasa sakit itu seakan hilang seketika.

Begitupun pada sore harinya saya masih merasakan rasa sakit yang sama. Hingga tiba saatnya rasa sakit semakin ngilu. Sedikit demi sedikit merubah pipi sebelah kanan saya bengkak. Lumayan besar dan gak biasa-biasa saja. Puncaknya adalah tengah malam. Pipi sebelah kanan saya bengkak besar. Rasa cenut..cenut..cenut setia menemani. Tidak bisa tidur dengan nyaman. Antara bingung dan gregetan serasa ingin membenturkan pipi saya ke dinding. Sepanjang malam saya sedikit resah menjalaninya.

Ketika saya bangun pagi-pagi sekali untuk menunaikan sholat shubuh, saya coba meraba pipi sebelah kanan saya, pelan-pelan saya gerakan tangan dengan cara memutar-memutarkan telapak kanan saya ke permukaan pipi. Ternyata bengkaknya masih besar. Saya langsung menghadapkan wajah ke cermin karena penasaran sebesar apa bengkaknya. Masha Allah… sambil menahan tawa, rasa cenat-cenut, pipi sebelah kanan saya kelihatan seperti bantalan roti yang montok. 🙂

Akhirnya, mau ga mau saya menghubungi adik kelas saya selaku panitia ujian. Afwan… hari ini Saya gak bisa ngawas seperti biasanya. Saya lagi sakit gigi. Gusi saya bengkak besar sekali. Sebenarnya sangat berat rasanya, bayangkan saja disaat hari terakhir saya mengawas eh, malah gak bisa menuntaskannya dengan khusnul khotimah. Semoga selama beberapa hari ini saya diamanahkan untuk menjadi penguji dan pengawas ruang ujian merupakan tambahan ibadah saya kepada Allah Swt. Semoga saya menjalankannya dengan ikhlas dan di ridhoi Allah Swt. Amiin…

Sambil merenung di dalam hati saya ngomong, “seandainya yang sakit ini menyerang kedua belah pipi saya kanan dan kiri”  Innalillah.. bagaimana rasanya tidak bisa makan dan minum dengan nikmat. Walau dipaksa untuk makan dan minum bukan kepuasan yang dirasa, tapi rasa sakit yang semakin mengiba.

#Ya Allah.. sesungguhnya engkau maha adil lagi bijaksana. Semoga ujian ini menjadikan saya semakin baik dari hari ke hari.Dan selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur bukan kufur. Aamiin yaa robbal ‘aalamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *