Perjalanan dari Madura ke Bogor

By | Januari 23, 2014

Assalamu’alaikum sobat ben ishlah…! 🙂

Alhamdulillah setelah satu semester ane bergelut dalam dunia pendidikan baik sebagai Tholibul Ilmi (Penuntut Ilmu) maupun Mudarriss (Pengajar) di TMI Al-Amien yang letaknya di ujung timur pulau Madura, persisnya yaitu di kabupaten Sumenep. Akhirnya bisa menikmati juga suasana liburan ya.. walau hanya setengah saja dari total hari libur tersebut. Liburan ini merupakan agenda tengah tahunan dari agenda kegiatan pendidikan di TMI Al-Amien.

Sedikit menyinggung tentang kabupaten Sumenep, yaitu sebuah kabupaten yang terbagi menjadi daerah daratan dan daerah kepulauan di ujung Timur pulau Madura. Untuk kepulauan terdiri dari P. Gili Genting, P. Gili Raja, P. Kangean, P. Sapeken dan Pulau Masalembu. Pulau Masalembu adalah pulau yang letaknya paling jauh, harus membutuhkan 12-14 jam perjalanan laut dengan menggunakan kapal ferry. Kalau dilihat di peta posisi kepulauan Masalembu malah lebih dekat dengan Pulau Borneo. Tidak tahu mengapa keberadaan pulau ini termasuk di kawasan kabupaten Sumenep.

Berikut kisah perjalanan ku selama 5 hari kemarin. Silahkan menikmatinya sambil menyeruput kopi atau teh susu hangat, dijamin deh..! makin asyik bacanya.. hehe ^_^.

#Safartu: Madura – Bogor (15-16 Januari) Part 1

Malam harinya ba’da sholat Isya’ berjamaah di masjid, ane izin ke Ust. Hamzah Arsa, M.Pd selaku mudir MA TMI Al-Amien Prenduan Sumenep untuk melukan safar ke Puncak Bogor. Ane izin sekitar 5 hari dengan estimasi 2 hari perjalanan 3 hari bermukim di Puncak Bogor.

Karena semua perlengkapan sudah ane packing lengkap pada hari kemarinnya, jadi aktifitas ane malam itu istirahat dan menunggu adzan sholat shubuh tiba. Coz, pagi-pagi sekali ane harus segera naik bis AKAS menuju Surabaya.  Sekedar info saja untuk perjalanan ku kali ini tetap setia menggunakan kereta kelas ekonomi (komitmen pada prinsip low budget sob..) untuk jarak antar provinsi.

Kurang lebih pukul 05.15 Wib ane berangkat menuju Surabaya dengan menggunakan jasa bis AKAS. Bis AKAS tersebut tujuan akhirnya adalah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Kalau di rumah ane pukul 05.15 itu masih gelap suasananya, malah mungkin masih berdzikir di musholla. Lain Cirebon lain Madura. Kalau di Madura pukul 05.15 itu seperti pukul 05.45 di Cirebon. Hem… berarti saat-saat sang surya hendak terbit dari ufuk timur ya..

Jangan lupa sob.. setiap kali kita hendak melakukan perjalanan agar senantiasa mengucapkan do’a:

Bismillah…

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

“Ya Allah, kami mohon kepadamu dalam perjalanan ini kebajikan ketakwaan dan amal yang Engkau ridhoi Ya Allah, ringankanlah atas kami perjalanan ini, dekatkanlah jaraknya perjalanan ini, Ya Allah Engkaulah temanku dalam perjalanan ini dan Engkaulah sebagai pengganti yang melindungi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari pada kesusahan perjalanan ini, dari pemandangan yang menyakitkan dan dari nasib yang sial dalam harta dan keluarga.” (HR. Muslim)

Nah, kalau sudah mengucapkan do’a diatas tinggal capcus aja sob.. ayukkk!

Kurang lebih selama 4 jam perjalanan darat yang ditempuh dari Sumenep menuju Surabaya. Ada 3 kabupaten lain yang harus dilewati dulu kalau kita hendak menuju Surabaya. Yaitu kabupaten Pamekasan, kabupaten Sampang dan kabupaten Bangkalan. Nah.. dari kabupaten Bangkalan, kita bisa menggunakan jalur laut pakai ferry atau lewat jalur yang menjadi favorit, yaitu menerobos jembatan “SURAMADU” untuk bisa sampai ke Surabaya. Jembatan Suramadu merupakan yang terpanjang se-Asia Tenggara dengan panjang kira-kira 5 Km. Adapun nama SURAMADU sendiri adalah singkatan dari nama Surabaya dan Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *